Minggu, 28 September 2014


Sebagian orang yang bersentuhan dengan komputer hanya mengetahui bahwa monitor adalah sebagai alat keluaran (output device). Mereka menggunakannya tanpa tahu bagaimana prinsip kerja dari monitor itu sendiri. Pada tulisan ini, saya akan menjelaskan sedikit tentang bagaimana prinsip kerja monitor.
            
Berbicara tentang monitor, pastinya kita mengenal tentang pixel dan resolusi. Apa sih sebenarnya pengertian dari pixel dan resolusi tersebut? Pixel adalah titik-titik kecil yang membentuk gambar yang ditampilkan dalam monitor. Pixel merupakan kependekan dari “picture elements”. Sedangkan resolusi merupakan suatu ukuran pada monitor yang ditentukan dari jumlah pixel pada layar monitor tersebut. Contohnya saja sebuah monitor memiliki resolusi 1366×768, artinya adalah jumlah pixel secara mendatar adalah 1366 buah, sedangkan secara enurun adalah 768.
Prinsip kerja monitor CRT (Cathode Ray Tube) adalah sebagai berikut  :
  • elektron ditembakkan dari belakang tabung gambar menuju bagian dalam tabung yang dilapis elemen yang terbuat dari bagian yang memiliki kemampuan untuk memendarkan cahaya.
  • Sinar elektron tersebut melewati serangkaian magnet kuat yang membelok-belokkan sinar menuju bagian-bagian tertentu di tabung bagian dalam.
  • Begitu sinar tersebut sampai ke bagian kaca tabung TV atau monitor, dia akan menyinari lapisan berpendar, menyebabkan tempat-tempat tertentu untuk berpendar secara temporer.Setiap tempat tertentu mewakili pixel tertentu.
  • Dengan mengontrol tegangan dari sinar tersebut, terciptalah teknologi yang mampu mengatur pixel-pixel tersebut untuk berpendar dengan intensitas cahaya tertentu.
  • Dari pixel-pixel tersebut, dapat dibentuklah gambar.
Sederhananya, untuk membentuk sebuah gambar, sinar elektron menyapu sebuah garis horizontal dari kiri ke kanan, menyebabkan pixel-pixel tadi berpendar dengan intensitas cahaya sesuai dengan tegangan yang telah diatur. Proses tersebut terjadi pada semua garis horizontal yang ada pada pixel layar, dan ketika telah sampai ujung, sinar tersebut akan mati sementara, untuk mengulang proses yang sama untuk menghasilkan gambar yang berbeda. Makanya, kita dapat melihat objek yang seolah-olah bergerak di monitor.
          Karena menggunakan sinar electron, monitor jenis CRT juga menghasilkan emisi berupa radiasi sinar electron. Menurut sejumlah riset, hal ini lah yang akan menyebabkan penurunan kualitas penglihatan mata apabila terlalu lama melihat monitor jenis ini.
          Oleh sebab itu, muncullah teknologi baru yang menggantikan tabung gambar yang merupakan sumber radiasi sinar electron yaitu teknologi LCD (Liquid Crystal Display). Dikarenakan tidak menggunakan tabung gambar lagi, tentunya monitor akan lebih ramping dan lebih ringan. Selain itu, teknologi yang satu ini disebut-sebut akrab bagi kesehatan penggunanya.

          LCD (Liquid Crystal Display) terdiri dari dua bagian utama, yaitu Backlight dan Kristal cair. Backlight adalah sumber cahaya LCD yang terdiri dari 1 sampai 4 buah (berteknologi seperti) lampu neon. Lampu Backlight ini berwarna putih.

Cara kerja Monitor LCD yaitu,Kristal cair akan menyaring cahaya backlight. Cahaya putih merupakan susunan dari beberapa ratus cahaya dengan warna yang berbeda. Beberapa ratus cahaya tersebut akan terlihat jika cahaya putih mengalami refleksi atau perubahan arah sinar. Warna yang akan dihasilkan tergantung pada sudut refleksi. Jadi jika beda sudut refleksi maka beda pula warna yang dihasilkan.

Dengan memberikan tegangan listrik dengan nilai tertentu. Kristal cair dapat berubah sudutnya. Dan karena tugas kristal cair adalah untuk merefleksikan cahaya dari backlight maka cahaya backlight yang sebelumnya putih bisa berubah menjadi banyak warna. Kristal cair bekerja seperti tirai jendela. Jika ingin menampilkan warna putih kristal cair akan membuka selebar-lebarnya sehingga cahaya backlight yang berwarna putih akan tampil di layar. Namun Jika ingin menampilkan warna hitam. Kristal Cair akan menutup serapat-rapatnya sehingga tidak ada cahaya backlight yang yang menembus (sehingga di layar akan tampil warna hitam). Jika ingin menampilkan warna lainnya tinggal atur sudut refleksi kristal cair.

Seiring berkembangannya teknologi, maka muncullah jenis teknologi monitor yang baru, yaitu LED (Light Emitting Diode). Teknologi ini menggunakan cahaya pancaran diode (light emitting diode) sebagai sumber cahaya monitor. LED menggunakan diode untuk membuat banyak vibrant dan image yang berwarna-warni. Warna hitam akan menjadi benar-benar hitam, bukan hitam abu-abu, dan warna LED lebih realistic dibandingkan monitor LCD. Monitor LED memiliki kontras rasio 500,000:1, juga refresh rate yang tinggi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar